Senin, 22 Oktober 2018

Pengelolaan Sampah Mandiri Menuju Masyarakat Bebas Sampah


“ PENGELOLAAN SAMPAH MANDIRI
MENUJU MASYARAKAT BEBAS  SAMPAH ”
Ø Pada Tanggal 21 Februari 2017 di peringati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional
Ø Kesadaran Pentingnya Keberadaan Tumbuh-Tumbuhan Yang Harus Terus Ada Dan Cukup Untuk Memenuhi Kebutuhan Makhluk Hidup Dan  Kesadaran Tidak Adanya “Sampah”  menjadi gaya hidup setiap individu nampaknya menjadi permasalahan serius dewasa ini.
Ø Kalau hal tersebut diatas  tidak dimiliki maka akibat yang ditimbulkan dapat kita rasakan sekarang yaitu terjadinya Pemanasan Global yang berdampak pada pertaruhan dari keberlanjutan hidup Bumi ini.
Ø Mari kita Evaluasi apa yang salah dari cara pandang dan sikap kita?
Ø Kita Coba melalui pendekatan individu yang berdampak pada terbangunnya kesadaran yang dapat terlihat dari perubahan sikap untuk tidak membuang/menciptakan “Sampah” tetapi mengelola “Calon Sampah” untuk tidak menjadi “Sampah” dan terbangunnya kesadaran yang dapat terlihat dari bagaimana sikap mencintai pepohonan/tanaman sebagai nafas kehidupan  yang perlu ada selalu didekat kita.
Ø Melahirkan  kepribadian  inilah yang menjadi tantangan dan harapan bagi kita untuk mewujudkan kota hijau dan bersih yang nol sampah.
Ø Proses membangun kesadaran akan  langsung kami peragakan saat  presentasi, dibutuhkan kemauan untuk mendengar , mencerna dan memahami setiap tahapan  pembelajaran.
Strategi yang  diperlukan di dalam proses menuju kota bersih dan  hijau yang nol sampah ;
1.      Pendidikan membangun kesadaran dalam mengelola sampah dan lingkungan secara mandiri untuk seluruh masyarakat termasuk aparat pemerintah. Kegiatan-kegiatan lain yang dapat dilakukan : pencanangan, gerakan pelatihan, percontohan , pendampingan, penghargaan, dsb
2.      Mengadakan contoh-contoh alat dan cara dalam  upaya mengelola sampah  dan lingkungan secara mandiri.
3.      Membangun manajemen persampahan dan lingkungan kota yang sesuai dengan prilaku pengelolaan sampah dan lingkungan secara mandiri. Contohnya pengangkutan sampah harus sudah terpilah, Perda yang sesuai dengan tantangan mendorong dan mewujudkan sikap untuk pengelolaan sampah dan lingkungan secara mandiri, kreatifitas tokoh lokal dalam memberdayakan masyarakat untuk mengelola sampah dan lingkungannya secara mandiri contoh : adanya peraturan-peraturan lokal.
4.      Mewujudkan Eco house, Eco community, Eco office, Eco school, Eco tourism, dsb… Menuju Indonesia Sehat yang dapat mengentaskan pengangguran dan kemiskinan.
Ø  Strategi membangun kesadaran yang berdampak pada timbulnya kreatifitas dan kemandirian sebagai wujud peran serta masyarakat maka akan  memperingan  tugas  pemerintah.
Ø  Mari… Kesadaran ini di mulai dari diri kita… Ayo kita selamatkan bumi yang hanya satu untuk keberlanjutan kehidupan anak cucu kita dengan cara meninggalkan tanah yang tetap subur, air yang tetap jernih dan udara yang tetap segar, sebagai wujud kesempurnaan keimanan kita.



 




Oleh:

Dra.Ec.Sri Endah Nurhayati

Direktur Lembaga Latihan Swasta ”Bangun Pertiwi”
(Penggagas Program Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Sehat Mandiri)
Office : Jl.Mulyosari Utara XI/18 Surabaya
Tlp. / Fax. 031-5921436/Hp.0811305805
Blog : bangunpertiwi18.blogspot.com
 




CONTOH NYATA DI KEGIATAN SEHARI-HARI YANG BISA KITA LAKUKAN UNTUK MENGURANGI SAMPAH










3 komentar:

  1. Terima kasih Bu Endah, telah menberi pencerahan kepada kami, budaya keruk got setiap hari akan kami sosialisasikan dan kami terapkan di RT.09 Kepuh Permai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah .matur nuwun Pak Ardi. Mari kita saling bahu membahu merevolusi sikap untuk ikut merehabilitasi bumi. Kami selalu siap berbagi ilmu.

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus