Sejarah Lahirnya
Program Pengelolaan Sampah Mandiri
Di Gagas Oleh:
Dra.Ec.Sri Endah Nurhayati
Permasalahan Sampah dan
lingkungan tidak hanya ada di Kota lain, Kota Surabaya pun memiliki
Permasalahan tentang Sampah dan Lingkungannya. Sebelum tahun 2005 di Kota
Surabaya terlihat sampah dimana-mana, tidak hanya di Kampung-kampung, di Jalan,
dan di sungai semua penuh dengan sampah. Selain Kota terlihat Kotor, di TPA
Benowo pun juga sudah hampir penuh oleh tumpukan sampah sehingga dikhawatirkan
Kota Surabaya akan Banjir Sampah lagi seperti Tahun 2001.Permasalahan Kota
inilah yang merisaukan penulis dan dari hasil pengamatan dan pengalaman panjang
penulis maka muncul keinginan untuk membantu merubah sikap masyarakat melalui
program“Pengelolaan Sampah Mandiri”.
Pengertian Pengelolaan
Sampah Mandiri
adalah sebuah upaya memberdayakan masyarakat untuk mau mengelola sampahnya
sendiri (secara mandiri) dengan cara merubah sikap untuk mau mengatur produksi
sampahnya sendiri artinya setiap orang berpotensi meproduksi sampah, supaya
calon sampah tidak menjadi sampah maka diperlukan cara pandang baru. Masyarakat
perlu menyadari bahwa sisa kegiatan yaitu calon sampah bila tidak di buang maka
tidak akan menjadi sampah tetapi sebagai bahan daur ulang dan bahan dasar membuat
pupuk kompos. Untuk itu maka perlu di pilah dari dalam rumah dengan cara memahami
jenis-jenis bahan yang bisa dikurangi penggunaanya, mana jenis-jenis bahan yang
bisa didaur ulang, jenis-jenis bahan yang dapat dibuat pupuk kompos dan
jenis-jenis bahan yang memang perlu di olah khusus di IPAL. GagasanProgram
Pengelolaan Sampah Mandiri ini lahir di akhir Tahun 2004. Setelah dibuktikan
ternyata dapat mengurangi sampah yang terbuang 90% terdiri dari 70% Unorganaik
dan 20% Organik (kalau di perumahan dan Kampung) sedangkan di Pasar bisa 20%
Unorganik 70% Organik, Dengan adanya hasil yang bagus inilah akhirnya penulis
mengusulkan gagasan ini kepada PJS Walikota
Surabaya saat itu dan setelah melihat dan membuktikan sendiri hasilh
gerakan ini dikampung percontohan maka beliau berkenan kalau Program
Pengelolaan Sampah Mandiri untuk dicanangkan di Kota Surabaya sebagai gerakan
bersama masyarakat Surabaya. Maka diadakan Pencanangan Gerakan Pemberdayaan Sampah Mandiri Pada
Tanggal 03 Juni 2005 oleh PJS Walikota Surabaya Bapak Chusnul Damhuri
dihadiri oleh camat, Lurah Sekota Surabaya dan bertempat di Kelurahan Dukuh
Sutorejo Surabaya. Sejak saat itu dimulailah strategi Pemberdayaan masyarakat
dengan berbagai Pelatihan dan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Mandiri untuk
warga Kota Surabaya yang di beri nama “Pelatihan Program Pengelolaan Sampah
Mandiri” di 31 Kecamatan. Penulis sampai saat ini sudah melatih Ratusan Ribu
warga di Kota Surabaya sehingga perkembangan lingkungan di Kota Surabaya seperti,
dijalan-jalan, dikampung dan disungai- sungai menjadi lebih bersih karena adanya
peran serta masyarakat dimana sebagian masyarakatnya sudah mulai sadar untuk
tidak membuang sampahnya tetapi mengolah dan memilahnya.Hal ini menjadi titik
balik Sejarah tersendiri bagi masyarakat Kota Surabaya untuk mulai melakukan
proses Rehabilitasi Bumi dengan upaya menuju perubahan sikap yang lebih baik
dengan melakukan Pengelolaan Lingkungan Sehat Mandiri Menuju Indonesia Sehat
Bumi Lestari.
Foto Pencanangan Gerakan Pemberdayaan Sampah Mandiri
Pada Tanggal 03 Juni 2005
Pada Tanggal 03 Juni 2005







Tidak ada komentar:
Posting Komentar