Kamis, 17 Oktober 2013

Tentang Pengelolaan Sampah Mandiri





Sejarah Lahirnya Program Pengelolaan Sampah Mandiri

Di Gagas Oleh: Dra.Ec.Sri Endah Nurhayati

Permasalahan Sampah dan lingkungan tidak hanya ada di Kota lain, Kota Surabaya pun memiliki Permasalahan tentang Sampah dan Lingkungannya. Sebelum tahun 2005 di Kota Surabaya terlihat sampah dimana-mana, tidak hanya di Kampung-kampung, di Jalan, dan di sungai semua penuh dengan sampah. Selain Kota terlihat Kotor, di TPA Benowo pun juga sudah hampir penuh oleh tumpukan sampah sehingga dikhawatirkan Kota Surabaya akan Banjir Sampah lagi seperti Tahun 2001.Permasalahan Kota inilah yang merisaukan penulis dan dari hasil pengamatan dan pengalaman panjang penulis maka muncul keinginan untuk membantu merubah sikap masyarakat melalui program“Pengelolaan Sampah Mandiri”.
Pengertian Pengelolaan Sampah Mandiri adalah sebuah upaya memberdayakan masyarakat untuk mau mengelola sampahnya sendiri (secara mandiri) dengan cara merubah sikap untuk mau mengatur produksi sampahnya sendiri artinya setiap orang berpotensi meproduksi sampah, supaya calon sampah tidak menjadi sampah maka diperlukan cara pandang baru. Masyarakat perlu menyadari bahwa sisa kegiatan yaitu calon sampah bila tidak di buang maka tidak akan menjadi sampah tetapi sebagai bahan daur ulang dan bahan dasar membuat pupuk kompos. Untuk itu maka perlu di pilah dari dalam rumah dengan cara memahami jenis-jenis bahan yang bisa dikurangi penggunaanya, mana jenis-jenis bahan yang bisa didaur ulang, jenis-jenis bahan yang dapat dibuat pupuk kompos dan jenis-jenis bahan yang memang perlu di olah khusus di IPAL. GagasanProgram Pengelolaan Sampah Mandiri ini lahir di akhir Tahun 2004. Setelah dibuktikan ternyata dapat mengurangi sampah yang terbuang 90% terdiri dari 70% Unorganaik dan 20% Organik (kalau di perumahan dan Kampung) sedangkan di Pasar bisa 20% Unorganik 70% Organik, Dengan adanya hasil yang bagus inilah akhirnya penulis mengusulkan gagasan ini kepada PJS Walikota  Surabaya saat itu dan setelah melihat dan membuktikan sendiri hasilh gerakan ini dikampung percontohan maka beliau berkenan kalau Program Pengelolaan Sampah Mandiri untuk dicanangkan di Kota Surabaya sebagai gerakan bersama masyarakat Surabaya. Maka diadakan Pencanangan Gerakan Pemberdayaan Sampah Mandiri Pada Tanggal 03 Juni 2005 oleh PJS Walikota Surabaya Bapak Chusnul Damhuri dihadiri oleh camat, Lurah Sekota Surabaya dan bertempat di Kelurahan Dukuh Sutorejo Surabaya. Sejak saat itu dimulailah strategi Pemberdayaan masyarakat dengan berbagai Pelatihan dan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Mandiri untuk warga Kota Surabaya yang di beri nama “Pelatihan Program Pengelolaan Sampah Mandiri” di 31 Kecamatan. Penulis sampai saat ini sudah melatih Ratusan Ribu warga di Kota Surabaya sehingga perkembangan lingkungan di Kota Surabaya seperti, dijalan-jalan, dikampung dan disungai- sungai menjadi lebih bersih karena adanya peran serta masyarakat dimana sebagian masyarakatnya sudah mulai sadar untuk tidak membuang sampahnya tetapi mengolah dan memilahnya.Hal ini menjadi titik balik Sejarah tersendiri bagi masyarakat Kota Surabaya untuk mulai melakukan proses Rehabilitasi Bumi dengan upaya menuju perubahan sikap yang lebih baik dengan melakukan Pengelolaan Lingkungan Sehat Mandiri Menuju Indonesia Sehat Bumi Lestari.


  Foto Pencanangan Gerakan Pemberdayaan Sampah Mandiri 
Pada Tanggal 03 Juni 2005
 







PJS Wali Kota Surabaya Bapak Chusnul Damhuri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar